oleh

Diskusi Publik Mahasiswa Banten: Membicarakan Kaum Tani dan Persoalan Agraria

Bantul, 25 September 2025 — Pada Kamis malam, Asrama Banten Yogyakarta dipenuhi suara diskusi yang hangat. Keluarga Banten Yogyakarta (KBY) menggelar forum publik bertajuk “Membongkar Gudang Masalah Kaum Tani dan Rakyat Banten” sebagai bagian dari peringatan Hari Tani Nasional ke-65.

Acara ini menghadirkan dua pemantik, Fajar Saris dan Vera, yang memantik obrolan seputar masalah agraria di Banten. Diskusi tidak hanya berhenti pada paparan sejarah panjang ketimpangan tanah, tetapi juga menyinggung praktik tuan tanah dan tengkulak yang hingga kini masih menjerat petani. Meski moderator dan pemateri menjaga alur sederhana, forum berkembang menjadi ruang tukar pikiran yang penuh kritik dan refleksi.

Mahasiswa yang hadir tidak hanya mendengarkan, melainkan juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan tajam. Dari beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan mulai dari permasalahan kaum Tani di daerah nya masing-masing, dan menceritakan seberapa menderita nya mereka ketika tanah, kadang, dan hak mereka dirampas oleh aparat-aparat yang tidak bertanggung jawab, dengan dalih untuk PSN “ Pembangunan Strategis Nasional  “.

Diskusi yang dimulai selepas salat Isya itu berlangsung hingga menjelang tengah malam. Hampir pukul 12.00, forum akhirnya ditutup, menandakan betapa antusiasme peserta tidak padam meski waktu sudah larut. Obrolan panjang itu memperlihatkan kegelisahan sekaligus tekad mahasiswa untuk terus membicarakan persoalan rakyat, terutama nasib kaum tani yang kerap terpinggirkan dalam arus pembangunan.

Lebih dari sekadar memperingati Hari Tani, forum ini menjadi ruang pengingat: bahwa mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton sejarah. Sebab, sebagaimana ditekankan dalam diskusi, persoalan agraria bukan sekadar soal tanah, melainkan soal keadilan dan keberpihakan