oleh

Musafir ~Minggu Bersama Sastra

Bogor–Cibinong (PP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Kemuning Dalam IV, Pejaten Timur — 2024
Masa Pemilu Pilgub DKI Jakarta

“MUSAFIR”

“Ceritakan tentang dirimu,”
seorang tua bertanya.

Dan aku menjawab:

Aku berjalan seperti seruling
yang bernyanyi sepanjang hari.

Langkah kaki jauh,
ribuan mil ditempuh.

Sebab, berdiam sebentar saja
sama halnya mengorbankan separuh hidup
di sepanjang masa.

Biarkan aku larut dalam pencarian.

Aku bukan alang-alang bodoh
yang tak tahu arah ke mana berembus,
yang selalu menggantungkan nasib kepada angin.

Lihatlah mereka di sana:
duduk, diam, juga berdoa
hanya untuk mendapatkan kesenangan.

Singkat memang.

Ketika berjalan, lihatlah langkah kakiku,
dan rasakan,
apakah ini tampak seperti kehilangan arah?

Seperti pualam yang rapuh
dalam bentuk batunya.
Seperti samudera biru
di laut mati.
Seperti udara
yang membisu dingin.

Namun, itu bukan keterasingan.

Sering kali kudengar tentang manusia unggul;
dalam pencariannya memang berat.
Tetapi, mungkin itulah sebab-akibat
mengapa ia dijuluki manusia unggul.

Karena segenggam padi
tidak berubah menjadi kuning
tanpa melewati hijau,
lalu akhirnya habis dilahap burung pipit.

Begitulah manusia,
tak pernah merasa cukup.

Meski dalam penderitaan,
dan suatu ketika memasuki usia senja,
bukan lagi sebuah penyelesaian
ketika semuanya telah jatuh pada waktunya.

 

Ditulis oleh Muhamad Syis.