Primnas— Rabu (19/02/2025) Aliansi Ciceri Memanggil (CM) menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap! Saatnya Kaum Muda Rebut Kehidupan Layak” di Perempatan Ciceri Kota Serang. Aksi yang diikuti oleh beberapa organisasi progresif di wilayah Banten diantaranya Kumaung Untirta, FMN, Sempro Banten, SGMI Untirta, FAM Serang, HMI FH Untirta, PMII Untirta, LMID, APMS, dan FSOE dalam rangka merespon isu kebijakan anti rakyat, efisiensi anggaran pemerintah pusat, dan beberapa konflik daerah, salah satunya kriminalisasi masyarakat Padarincang.
Dalam waktu lebih 100 hari kerja, Rezim Prabowo-Gibran dianggap telah melakukan blunder dalam melahirkan regulasi dan kebijakan yang jauh dari kemaslahatan bangsa dan justru memperparah situasi penderitaan kaum masyarakat bawah. Kebijakan lama seperti UU Cipta Kerja, PSN, Food Estate, UU Minerba bahkan terbaru Instruksi Presiden semakin kuat membelenggu dan menciptakan percikan liberalisasi pada sektor-sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan agraria. Kaum muda yang tergabung dalam CM akhirnya memandang bahwa masa depan atas tanah, pekerjaan, hidup sehat, dan lingkungan yang asri bagi generasi muda telah direbut dan segera dihancurkan.
Pada konflik di daerah seperti Padarincang bahkan Ujungkulon, dapat terlihat bahwa penyakit oligarki dan kapitalis birokrat pusat telah menjalar dan dilakukan sempurna oleh kepala daerah, mereka kompak untuk mengamankan aset yang menjadi keuntungan abadinya dalam berbisnis dan memeperluas tanah rampokan. Hal itu tentu tidak lepas dari peran polisi yang siap sedia mendukung kepentingan tuannya, melakukan segala cara untuk memukul, mengancam, dan memenjara siapa saja yang berlawanan.
Dari begitu banyaknya kebijakan yang cacat dan menimbulkan pro kontra, Aliansi Ciceri Memanggil dalam pernyataan sikapnya menuntut beberapa hal, antara lain:
1. Cabut Inpres No. 1 tahun 2025
2. Hentikan PSN, Food Estate, Bank Tanah, UU Minerba perampas Tanah rakyat dan Ruang Hidup Rakyat.
3. Tolak PHK massal, Outsourcing, Magang dan fleksibilitas Tenaga kerja
4. Cabut UU Ciptaker dan PP Turunannya
5. Hentikan Liberalisasi dan Komersialisasi pendidikan
6. Bebaskan 11 Masyarakat Padarincang
7. Hentikan Kriminalisasi dan Represifitas terhadap gerakan rakyat
8. Wujudkan Pendidikan Gratis dan Pekerjaan layak
9. Wujudkan Reforma agraria Sejati dan Industrialisasi untuk rakyat
10. Lawan Politik Borjuasi! Bangun Kekuatan Politik Rakyat
Reporter: Abdul Azis | Sekretaris Presidium Kumaung Pusat







